Senin, 08 Februari 2010

Jenis TOKEk Paling Mahal

 
Tokek Mahal $
Inilah beberpa contoh binatang Tokek yang laku mahal dan
banyak diminati. Nama Tokek ini adalah Pictus ( price with $ )

Pengakuan 2

Kenapa Tokek Mahal

Berharap mendapatkan keuntungan besar, seorang pemuda bernama Firdaus (21) dalam satu tahun terakhir telah menggeluti bisnis jual beli binatang yang kabarnya dapat menyembuhkan HIV/AIDS itu. “Saya sudah 1 tahun bisnis tokek. Awalnya saya kenal sama seseorang bernama Mat Nur, lalu kita diskusi bagaimana caranya dapat duit banyak. Terus saya dengar tokek harganya mahal, ya udah sejak itu saya cari tokek dan saya jual-beliin deh,” kata Firdaus di kediamannya di Kawasan Cipete Selatan, Jakarta, Jumat.
Untuk memelihara tokek-tokek itu, Firdaus mengaku tidak pernah mengalami kesulitan. Pasalnya, memelihara tokek, menurutnya, tidaklah sulit. Selain itu, ongkos makan juga tidak mahal. “Ternak tokek sebenarnya gampang. Satu minggu kita cuma kasih dia makan jangkrik seharga Rp 5.000 sebanyak dua kali. Artinya satu tokek seminggu biaya makannya Rp 10.000,” katanya.
Jumlah tokek yang dimiliki Firdaus saat ini delapan ekor. Dari delapan tokek yang dimilikinya, berat maksimal adalah 2 ons, sedangkan yang paling ringan 1 ons. Meski telah 1 tahun berbisnis tokek, Firdaus mengaku belum pernah merasakan menjual tokek dengan harga yang fantastis. Harga tertinggi yang pernah didapatkan hanya Rp 2 juta. Ini karena tokek yang dimilikinya hanya memiliki berat maksimal 2 ons.
“Susah cari tokek yang besar. Tokek besar banyaknya di daerah, kalau di Jakarta jarang. Paling ada kecil-kecil,” katanya. Harga tokek bervariasi. Sementara itu, mengenai harga jual tokek di pasaran, menurut pria bujang ini, tergantung berat tokek itu sendiri. Semakin besar atau berat tokek, harganya makin mahal.
“Kalau tokek ukuran 1 ons di pasaran bawah (bukan harga dari eksportir) Rp 100.000, kalau tokek 1,5 ons Rp 200.000, tokek ukuran 2 ons Rp 500.000 sampai Rp 2 juta. Tokek 2,5 ons harganya antara Rp 5 juta dan Rp 30 juta,” paparnya.
Menurutnya, harga tokek mulai beranjak tinggi jika memiliki berat di atas 3 ons. Harga tokek dengan berat 3 ons sendiri, menurutnya, memiliki harga dari Rp 30 juta hingga Rp 100 juta-an, sedangkan tokek dengan berat 3,5 sampai 4 ons biasa dihargai dengan Rp 100 juga hingga Rp 800 juta. “Harganya bervariasi karena tiap bos beda harganya,” ujarnya.

Binatang sensitif 

Lebih lanjut, Firdaus mengatakan, tokek merupakan jenis binatang yang cukup sensitif. Reptil yang masuk golongan cicak besar, suku Gekkonidae, ini gampang stres.
“Kalau dibawa pindah dari satu tempat ke tempat lain akan kelihatan. Pernah teman saya bawa dari Padang ke Jakarta buat dijual. Dari Padang beratnya 7 ons. Eh pas sampai Jakarta beratnya turun jadi 2 ons. Ternyata pas ditanya ke orang yang ngerti, itu gara-gara stres. Malah yang lebih parah lagi, teman saya bawa (tokek) dari Tanah Abang (Jakarta Pusat) ke Pasar Minggu. Eh pas sampai tujuan tokeknya mati. Akhirnya gagal dijual,” ungkapnya.
Menurut Firdaus, tokek adalah binatang yang sejak dulu dikenal dapat menjadi obat. Daging tokek, menurutnya, dipercaya banyak orang merupakan obat gatal. Begitu juga dengan darah dan empedu tokek.
“Konon, empedu tokek yang sudah jadi kristal bisa jadi obat apa aja. Itu biasanya kalau tokeknya sudah 4 ons beratnya. Terus, tokek juga katanya bisa jadi obat HIV/AIDS, tapi enggak tahu apanya. Ada yang bilang darahnya, dagingnya, lidahnya,” ujarnya.
Sumber : KOMPAS.com

Pengakuan 1

Harga Tokek Mahal
 
Tokek adalah jenis hewan melata berbahaya. Jika menggigit mangsanya, perlu waktu lama baru bisa lepas dari gigitan tersebut. Di Jambi, tak banyak orang memelihara hewan yang mirip cicak itu. Salah satunya Apis, pria yang mengaku tertarik karena harga hewan itu sangat mahal.
Kulitnya bersisik. Ada bintik-bintik bulat berwarna merah di sekujur tubuhnya. Sambil terus merayap, hewan melata yang lebih mirip cicak itu terlihat bebas berkeliaran di kandang berukuran sekitar 2x1,5 meter. Ukurannya memang lebih besar dari cicak. Paling kecil memiliki panjang 20 cm dan berat 1 ons. Paling besar berukuran panjang 35 cm dengan berat 2,5 ons. Ukuran tokek normal bisa mencapai panjang 60 cm dengan berat 7 ons.
Di rumah yang berlokasi di Km 13, Desa Pondok Meja, Dusun Purwodadi, RT 02, RW 01, No 31, Kecamatan Jambi Luar Kota, itulah sebanyak 34 tokek dipelihara oleh pria keturunan Sumatera Barat tersebut. Kandang tokek itu memang tidak terlalu besar, namun cukup banyak menampung tokek di dalamnya.
Kandang sengaja ditutup rapat dengan papan. Sebagian ditutup kawat. Itu agar lebih mudah memandikan tokek. Hanya saja, setelah dimandikan, jaring-jaring tersebut harus ditutup kembali dengan papan tambahan. Itu karena tokek tidak suka cahaya. “Kandang sengaja ditutup rapat agar tidak terkena cahaya lampu atau matahari. Tokek tidak boleh kena asap dan tidak boleh sering-sering dilihat,” ujarnya saat memperlihatkan 34 ekor tokek koleksinya. Jika terlalu sering, tokek akan stres. Itu karena tokek-tokek miliknya merupakan tokek hutan berasal dari Jawa.
“Tokek ini pun harus diperlakukan seperti keadaan di hutan. Jika tidak, dia akan stres. Akibatnya, tidak bisa berkembang dan membesar. Kulitnya juga akan berkerut dan warnanya menjadi pucat. Itu adalah tanda-tanda tokek stres. Kalau sudah seperti itu, harganya akan turun,” ujarnya.
Apis adalah satu dari sedikit pemelihara tokek di Kota Jambi. Awal tertarik pada tokek karena dia mendapatkan informasi tentang harga tokek yang mahal. “Bisa mencapai Rp 50 juta per ekor. Makanya sejak tiga bulan lalu saya mulai mendalami semua hal yang berkaitan dengan tokek,” ujarnya.
Dengan modal sekitar Rp 20 juta, Apis membeli 34 ekor tokek kecil. Kemudian dengan sabar dia dan temannya, Doni, memlihara tokek tersebut hingga besar dan mencapai berat target yang ditentukan. “Saya hanya memelihara. Jika sudah besar, akan dijual,” ujarnya.
Harga tokek ukuran 40 cm dengan berat 3 ons berkisar Rp 50 juta. “Makanya saya sangat tertarik memelihara tokek,” ujarnya. Para pembeli, kebanyakan berasal dari Jakarta yang kemudian diekspor ke Singapura dan negara lainnya. “Pembeli akan langsung mendatangi kita. Jika harganya cocok, mereka akan langsung beli,” bebernya.
Lalu apa manfaat tokek? Menurut Apis, semua bagian tubuh tokek bermanfaat. Daging tokek untuk menambah tenaga bagi pria, kulitnya dimanfaatkan dan diolah untuk kosmetik, sedangkan empedu tokek digunakan sebagai obat AIDS. “Jadi, semakin besar tokek, empedunya semakin besar dan pasti semakin mahal.”
Perawatan tokek sangat gampang. Setiap hari hanya diberi satu telur ayam kampung dicampur nasi dan 2 ons jangkrik. Tokek dimandikan sekali sehari dan seminggu sekali diberi susu. “Tidak sulit. Hanya saja kita memang harus hati-hati karena jika menggigit, akan sangat sulit lepas darinya. Jadi jika ingin memegangnya, harus menggunakan sarung tangan plastik,” ujarnya.(*)

Prosedur Menjual Tokek




 
Inilah saatnya Anda bisa meraup rejeki dari binatang Tokek.
Tokek sekarang sudah naik daun, dan banyak peminat dan pembelinya dan siap membeli dengan harga mahal, bisa mencapai jutaan rupiah, bayangkan bisa jutaan rupiah per ekor kalau masih di bawah 3 ons, dan bisa mencapai jutaan per ons kalau udah mencapai 3 ons keatas atau 3up.
Lalu apa yang harus  Anda lakukan ?  Wah kalau saja anda bisa memanfaatkan kesempatan ini, carilah tokek disekitar rumah anda atau tetangga atau jadilah pebisnis Tokek sekarang ini juga.
Tindakan apa yang harus anda lakukan :
1.  Tokek harus di foto, anda bisa memanfaatkan Handphone bercamera untuk mengambil fotonya.
-  Foto asal tokek berada, asal muasal tokek sebelum ditangkap. Kenapa ini dilakukan ?  Untuk menghindari kasus tokek hasil curian.
-  Ambil foto dengan posisi dari depan, samping kiri dan kanan dan dari atas. minimal ada 3 foto.
2.  Anda harus menyiapkan data identitas KTP anda berupa foto copy.
3.  Iklankan Tokek anda ke www.brokertokek.com

GRATIS !!!