Video

Loading...

Senin, 08 Februari 2010

Pengakuan 1

Harga Tokek Mahal
 
Tokek adalah jenis hewan melata berbahaya. Jika menggigit mangsanya, perlu waktu lama baru bisa lepas dari gigitan tersebut. Di Jambi, tak banyak orang memelihara hewan yang mirip cicak itu. Salah satunya Apis, pria yang mengaku tertarik karena harga hewan itu sangat mahal.
Kulitnya bersisik. Ada bintik-bintik bulat berwarna merah di sekujur tubuhnya. Sambil terus merayap, hewan melata yang lebih mirip cicak itu terlihat bebas berkeliaran di kandang berukuran sekitar 2x1,5 meter. Ukurannya memang lebih besar dari cicak. Paling kecil memiliki panjang 20 cm dan berat 1 ons. Paling besar berukuran panjang 35 cm dengan berat 2,5 ons. Ukuran tokek normal bisa mencapai panjang 60 cm dengan berat 7 ons.
Di rumah yang berlokasi di Km 13, Desa Pondok Meja, Dusun Purwodadi, RT 02, RW 01, No 31, Kecamatan Jambi Luar Kota, itulah sebanyak 34 tokek dipelihara oleh pria keturunan Sumatera Barat tersebut. Kandang tokek itu memang tidak terlalu besar, namun cukup banyak menampung tokek di dalamnya.
Kandang sengaja ditutup rapat dengan papan. Sebagian ditutup kawat. Itu agar lebih mudah memandikan tokek. Hanya saja, setelah dimandikan, jaring-jaring tersebut harus ditutup kembali dengan papan tambahan. Itu karena tokek tidak suka cahaya. “Kandang sengaja ditutup rapat agar tidak terkena cahaya lampu atau matahari. Tokek tidak boleh kena asap dan tidak boleh sering-sering dilihat,” ujarnya saat memperlihatkan 34 ekor tokek koleksinya. Jika terlalu sering, tokek akan stres. Itu karena tokek-tokek miliknya merupakan tokek hutan berasal dari Jawa.
“Tokek ini pun harus diperlakukan seperti keadaan di hutan. Jika tidak, dia akan stres. Akibatnya, tidak bisa berkembang dan membesar. Kulitnya juga akan berkerut dan warnanya menjadi pucat. Itu adalah tanda-tanda tokek stres. Kalau sudah seperti itu, harganya akan turun,” ujarnya.
Apis adalah satu dari sedikit pemelihara tokek di Kota Jambi. Awal tertarik pada tokek karena dia mendapatkan informasi tentang harga tokek yang mahal. “Bisa mencapai Rp 50 juta per ekor. Makanya sejak tiga bulan lalu saya mulai mendalami semua hal yang berkaitan dengan tokek,” ujarnya.
Dengan modal sekitar Rp 20 juta, Apis membeli 34 ekor tokek kecil. Kemudian dengan sabar dia dan temannya, Doni, memlihara tokek tersebut hingga besar dan mencapai berat target yang ditentukan. “Saya hanya memelihara. Jika sudah besar, akan dijual,” ujarnya.
Harga tokek ukuran 40 cm dengan berat 3 ons berkisar Rp 50 juta. “Makanya saya sangat tertarik memelihara tokek,” ujarnya. Para pembeli, kebanyakan berasal dari Jakarta yang kemudian diekspor ke Singapura dan negara lainnya. “Pembeli akan langsung mendatangi kita. Jika harganya cocok, mereka akan langsung beli,” bebernya.
Lalu apa manfaat tokek? Menurut Apis, semua bagian tubuh tokek bermanfaat. Daging tokek untuk menambah tenaga bagi pria, kulitnya dimanfaatkan dan diolah untuk kosmetik, sedangkan empedu tokek digunakan sebagai obat AIDS. “Jadi, semakin besar tokek, empedunya semakin besar dan pasti semakin mahal.”
Perawatan tokek sangat gampang. Setiap hari hanya diberi satu telur ayam kampung dicampur nasi dan 2 ons jangkrik. Tokek dimandikan sekali sehari dan seminggu sekali diberi susu. “Tidak sulit. Hanya saja kita memang harus hati-hati karena jika menggigit, akan sangat sulit lepas darinya. Jadi jika ingin memegangnya, harus menggunakan sarung tangan plastik,” ujarnya.(*)

4 komentar:

  1. bagamana cara kasih telur+nasi dan cara mandiin nya.nga malah jinak apa ?

    BalasHapus
  2. telur + nasi dcampur ! mandiin cukup disemprot pakai semprotan burung aja !

    BalasHapus
  3. pak apis no hpny brp bwt hub.bpk?mksh.

    BalasHapus
  4. mnt no hpny pak,bls ke setyawanadioke@ymail.com

    BalasHapus